Berita : Anggota DPR digugat /07/2000

 

Seorang anggota DPR yang mewakili daerah Kudus terancam dimosi tak percaya oleh masyarakat Kota Kretek. Hingga sekarang rakyat yang diwakili belum pernah mengenal dia dan belum mengetahui persis namanya. Bahkan dalam soal perimbangan keuangan pusat dan daerah dari sektor cukai rokok, dia sama sekali tak pernah memperjuangkan.

 

''Kalau dia (katanya bernama Ahmad Muqowwam) masih ingin menjadi anggota DPR, pada masa reses yang akan datang harus datang ke Kudus untuk melaporkan aktivitasnya di DPR. Kalau tidak, mungkin akan ada gerakan mosi tak percaya yang ditujukan kepada dia,'' kata Wakil Ketua DPC PKB Kudus, Drs M Asyrofi Masyitho, kemarin. Dalam siaran pers, Ketua Komisi D DPRD itu menyatakan masyarakat Kudus sangat keberatan atas kepeloporan dia mencari dukungan untuk mengajukan hak interpelasi ke Presiden KH Abdurrahman Wahid. ''Sebab, berdasarkan informasi dia termasuk lima penanda tangan pertama sekaligus pemrakarsa penggunaan hak interpelasi.'' Dia menyatakan sebenarnya penggunaan hak interpelasi tak ada masalah, asal proporsional dan rasional.

 
''Tetapi kalau dia mengklaim wakil dari Kudus yang berpenduduk 650.000 jiwa, itu jelas manipulasi aspirasi,'' tandas Ketua Pembina PC GP Ansor itu. Karena, kata dia, masyarakat Kudus tak menghendaki penggunaan hak interpelasi yang hanya menanyakan soal pencopotan dua menteri. ''Kalau yang ditanyakan menyangkut kepentingan masyarakat luas, misalnya hak-hak daerah berkaitan dengan UU Nomor 22 dan UU Nomor 25 Tahun 2000, masyarakat Kudus senantiasa mendukung sepenuhnya.'' Klarifikasi Dia menuntut anggota DPR itu mengklarifikasi usahanya, selain menyampaikan permintaan maaf. ''Kalau tidak, justru dia yang akan terus digoyang oleh masyarakat,'' ucap Sekretaris FKB DPRD itu.
 

'Asyrofi mengaku tak tahu-menahu akibat kesalahan siapa atau karena faktor apa, anggota DPR tersebut ternyata tak pernah terdaftar sebagai calon anggota legislatif dari daerah pemilihan Kudus. ''Itu menimbulkan pertanyaan. Kenapa bisa terjadi? Lalu apa gunanya daftar calon yang diumumkan ke masyarakat?'' Dia menjelaskan, sejak dilantik menjadi anggota DPR hingga sekarang belum sekalipun wakil rakyat itu datang ke Kudus. ''Ketika beberapa kali anggota DPRD Kudus datang ke DPR untuk memperjuangkan perimbangan keuangan dari cukai rokok, dia tak pernah menemui,'' ucap Asyrofi. Padahal, informasi soal kedatangan delegasi Kudus jauh-jauh hari sudah disampaikan. ''Semestinya kalau dia tak mampu membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat Kudus, mbok sekadar menyambut atau menemui delegasi sehingga terasa memiliki.''(yit-58g)

Sumber : Suara Merdeka

| | | Back | | |


Copyright by Agus Lilik Setiawan, September 2000
Contact webmaster : web_lesson@yahoo.com

 
Ruang Pertama
Apa kata mereka
Seputar Kota
Tajuk Berita
Ruang Kedua
Sejarah
Menara Kudus
Ciri Khas
Ruang Ketiga
Bisnis Dan Usaha
Layanan
Pariwisata
Ruang Keempat
Dunia Pendidikan
Ruang Lima
Daftar Alamat
Buku Tamu
Komentar Anda