Berita : 'Jam Malam' /06/2000

 

Kudus Berlakukan "Jam Malam" Kudus, Bernas Bupati Kudus, MA Munadjat menginstruksikan kepada 660.000 jiwa penduduknya selama 5 jam terhitung selepas pukul 23.00 hingga 1 Juli pukul 04.00 WIB, dilarang keluar rumah atau bergerombol di pinggir jalan. Seluruh bentuk hiburan atau tontonan yang mengandung minat masyarakat berkumpul juga harus dihentikan sebelum pukul 23.00. Sedang bagi masyarakat yang punya kepentingan mendesak diharuskan lapor pos-pos keamanan terdekat.

 
Ketentuan bupati memberlakukan "jam malam" itu, karena pada saat itu petugas desa dikoordinir Kantor Statistika setempat mengadakan pencacahan tuna wisma, gelandangan dan orang telantar di Kudus. Instruksi bupati nomor 055/2476 tahun 2000, ditandatangani Munadjat tanggal 17 Juni 2000 itu diharapkan tidak akan mengundang kecemasan masyarakat luas.
Kebijakan tersebut berdasarkan instruksi Mendagri, gubernur dan bupati sendiri perihal pelaksanaan sensus penduduk tahun 2000. Ketentuan larangan keluar rumah tersebut sudah disebarluaskan kepada seluruh lapisan masyarakat. Warga malah menghubungkan instruksi tersebut dengan pemberlakuan keadaan darurat sipil (KDS) di Maluku. "Jangan-jangan nanti kalau keluar rumah dianggap melanggar aturan dan langsung ditangkap aparat," keluh seorang warga.
 
Pada pokok instruksi bupati memuat 4 poin perihal kelancaran pelaksanaan sensus penduduk pencacahan tuna wisma, gelandangan dan orang telantar. Pertama seluruh warga Kudus tidak keluar rumah baik secara perorangan maupun bersama, apalagi bergerombol di jalan-jalan umum. Kedua, semua fasilitas tempat hiburan pada 30 Juni harus sudah ditutup pukul 23.00 WIB.
 
Ketiga, pelaksanaan hajat perseorangan, yayasan maupun organisasi agar menghentikan kegiatan pada pukul 23.00 WIB. Dan, keempat, bagi masyarakat yang punya kepentingan mendesak (mengurus orang sakit) diharapkan lapor lebih dulu pada pos-pos keamanan terdekat. Sekda Kudus Drs Heru Sudjatmoko dikonfirmasi Bernas, Jumat (30/6) membenarkan ketentuan Bupati MA Munadjat. Kata Heru instruksi itu dikeluarkan semata-mata demi pertimbangan teknis untuk kelancaran sensus penduduk. "Pencacahan jiwa gelandangan, tuna wisma dan orang telantar lebih efektif dilakukan malam hari.
 

Tapi ketentuan itu bukan berarti jam malam dan penduduk tidak boleh keluar rumah lewat pukul 23.00. Ketentuan ini dilakukan secara nasional pada hari terakhir perhitungan sensus penduduk tahun 2000," kata Heru. Kata Heru, petugas tetap ekstra hati-hati dan selalu cek dan ricek. Kalau tetap ada kepentingan di luar rumah silakan saja. Pencacahan malam hari hanya teknis belaka," kata Heru berulang-ulang. Mengenai ketentuan lapor pos keamanan terdekat seperti tertulis pada poin keempat instruksi bupati, kata Heru, semata-mata demi pertimbangan teknis belaka. "Warga masyarakat Kudus tidak perlu khawatir. Tidak ada jam malam di Kudus semua demi kelancaran pencacahan sensus penduduk," tegas Heru. (mbs)

| | | Back | | |


Copyright by Agus Lilik Setiawan, September 2000
Contact webmaster : web_lesson@yahoo.com

 
Ruang Pertama
Apa kata mereka
Seputar Kota
Tajuk Berita
Ruang Kedua
Sejarah
Menara Kudus
Ciri Khas
Ruang Ketiga
Bisnis Dan Usaha
Layanan
Pariwisata
Ruang Keempat
Dunia Pendidikan
Ruang Lima
Daftar Alamat
Buku Tamu
Komentar Anda