Berita : Klub Djarum Kudus

 

Klub Djarum Kudus Mulai Kencangkan Ikat Pinggang Jakarta, 1 Maret PB Djarum Kudus, salah satu klub bulu tangkis terbesar di Indonesia yang telah melahirkan banyak pemain dunia seperti Liem Swie King, Hastomo Arby, Heryanto Arby dan Ardy Wiranata, mulai mengencangkan ikat pinggang menyusul gejolak ekonomi akhir-akhir ini.

 

"Sampai saat ini kami memang belum terkena imbas dari naiknya harga perlengkapan olahraga dan meningkatnya biaya operasional lainnya, namun untuk mengantisipasi hal itu kami akan mulai mengencangkan ikat pinggang sekaligus mengambil hikmah dari situasi sulit ini," kata ketua klub Arisanto dalam siaran persnya, Sabtu.

 
Menurut dia, klub akan dengan ketat melakukan pengawasan terhadap pemain, sehingga atlet yang tidak berlatih sungguh-sungguh akan didegradasi dan tidak diikutkan dalam berbagai kejuaraan. "Kalau dulu kami masih bisa kompromi, tapi sekarang tidak bisa lagi," tambahnya. Ia juga mengakui sebagai dampak menguatnya dolar terhadap rupiah, biaya pengiriman atlet ke turnamen di luar negeri menjadi membengkak, sehingga mereka tidak bisa lagi mengirim pemain yunior ke kejuaraan di Denmark dan Belanda.
 

Untuk mengganti pengalaman tanding itu, para pemain klub tersebut akan lebih banyak diikutkan ke sirkuit nasional. Klub yang didirikan tahun 1969 dan semula diperuntukkan bagi karyawan pabrik rokok itu, kini mempunyai 52 pemain yang menghabiskan dana sekitar Rp 30 juta perbulan. Namun dana itu dirasa makin kurang, karena biaya makan atlet yang biasanya Rp 4.500,-/hari naik menjadi Rp 7.500,-. Ketua Umum POR Djarum Goei Po Thay juga mengakui jika kesulitan ekonomi akan berlanjut, maka pembinaan klub bulu tangkis bisa terancam. Ia mencontohkan, perusahaannya yang mempunyai 40.000 karyawan harus mengeluarkan biaya tambahan bagi tunjangan kesehatan yang terus naik seiring meningkatnya harga obat-obatan. "Kalau biaya itu terus meningkat, mau tak mau hal itu akan berpengaruh pada pembinaan bidang lainnya," katanya. (Ant.)

| | | Back | | |


Copyright by Agus Lilik Setiawan, September 2000
Contact webmaster : web_lesson@yahoo.com

 
Ruang Pertama
Apa kata mereka
Seputar Kota
Tajuk Berita
Ruang Kedua
Sejarah
Menara Kudus
Ciri Khas
Ruang Ketiga
Bisnis Dan Usaha
Layanan
Pariwisata
Ruang Keempat
Dunia Pendidikan
Ruang Lima
Daftar Alamat
Buku Tamu
Komentar Anda