Berita : RSU Kudus keluhkan Pasien /05/2000

 

RSU Swadana Kudus mengeluhkan banyak keluarga miskin pemegang kartu JPS BK (bidang kesehatan) asal kabupaten lain dirujukkan untuk rawat inap ke rumah sakit tersebut. Hingga kini tak ada petunjuk pelaksanaan yang jelas mengenai penanganan keluarga miskin berkaitan dengan rawat inap di wilayah lain.

 

Permasalahan itu terungkap dalam dialog program JPS-BK dengan wartawan di Gedung PKK, kemarin. Dalam dialog yang dipimpin Ketua Bappeda Drs H Moch Faqih, hadir antara lain Kepala DKK dr H Muchtadi, wakil dari RSU dr Ny Handa dan dr Ny Sakip, Kasi Giro Pos dan Pembukuan KPKN Pati Rasida, dan wakil PT Pos Indonesia Cabang Kudus Slamet. Dokter Handa menuturkan RSU Swadana pada tahun ini mendapat dana JPS-BK untuk pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin Rp 187 juta. ''Dalam sembilan bulan, dana itu sudah digunakan untuk 110 pasien yang 48 orang menjalani rawat inap dengan nilai Rp 21 juta,'' ujarnya. Yang mencemaskan pihaknya, ada kecenderungan makin lama jumlah pasien makin membesar. 'Kami khawatir, bagaimana nanti kalau dana ini kurang karena pasien membeludak? Kami juga bingung, banyak pasien rujukan dari kabupaten lain,'' ucapnya

 

Geografis

Berdasarkan catatan pihaknya, pada tahun anggaran 1998/1999 pasien rawat inap yang merupakan warga Kudus 143 orang dan 30 orang penduduk kabupaten tetangga. ''Pada 1999/2000 (Juni-Maret) pasien penduduk Kudus 1.078 orang dan 409 orang warga Pati, Jepara, Demak, dan Grobogan,'' tuturnya.

 
'Para keluarga miskin luar Kudus itu lebih senang dan dirujukkan oleh puskesmas di daerah masing-masing ke RSU Swadana Kota Kretek, karena pertimbangan geografis. Yakni lebih dekat daripada ke rumah sakit kabupaten asal keluarga tak mampu. Dokter Muchtadi menyatakan hingga kini belum ada aturan atau petunjuk pelaksanaan yang jelas menyangkut pasien tak mampu untuk rawat inap yang tidak tercatat sebagai penduduk wilayah rumah sakit bersangkutan berada.
 

''Dalam aturan dari pusat hanya disebutkan, pemegang kartu JPS-BK dapat dilayani di rumah sakit di seluruh Indonesia. Namun disarankan mereka berobat ke rumah sakit terdapat di daerah keluarga miskin bersangkutan,'' cetus dia. Mencermati persoalan teknis yang dirasakan cukup merepotkan itu, Ketua Bappeda Moch Faqih menyatakan perlu mencari jalan keluar yang tepat. ''Mungkin kita perlu menyampaikan usulan ke pusat menyangkut penanganan teknis di lapangan yang seperti itu.''(yit-58g)

Sumber : Suara Merdeka

| | | Back | | |


Copyright by Agus Lilik Setiawan, September 2000
Contact webmaster : web_lesson@yahoo.com

 
Ruang Pertama
Apa kata mereka
Seputar Kota
Tajuk Berita
Ruang Kedua
Sejarah
Menara Kudus
Ciri Khas
Ruang Ketiga
Bisnis Dan Usaha
Layanan
Pariwisata
Ruang Keempat
Dunia Pendidikan
Ruang Lima
Daftar Alamat
Buku Tamu
Komentar Anda