Sejarah : Al Aqsa

 

Al-Aqsha Kudus SEKITAR 30 kilometer dari Demak arah ke timur, terletaklah kota Kudus. "Inilah satu-satunya kota di tanah Jawa yang namanya berasal dari bahasa Arab," kata Prof. Dr. R.Ng. Poerbatjaraka (1884-1964), ahli bahasa dan kebudayaan Jawa. Kudus kontemporer mungkin lebih dikenal sebagai kota industri rokok kretek. Tetapi, pada awal perintisan Islam di Pulau Jawa, di sini bermukim Ja'far Shodiq, yang kelak lebih termasyhur sebagai Sunan Kudus, satu di antara Sunan nan Sembilan.

Cuma, di antara masjid peninggalan para Wali Sanga, Masjid Kudus pulalah yang paling sulit dilacak bentuk aslinya. Padahal, ia didirikan paling akhir, pada 956 Hijriah, atau 1549 Masehi. Nama asli masjid ini pun hampir tak dikenal orang, yaitu Majid Al-Aqsha. Kini ia lebih populer sebagai Masjid "Menara" Kudus, merujuk pada bangunan bercorak Hindu di sisi kanan depan masjid. "Boleh jadi, menara tertua di Jawa adalah yang disebut Menara Kudus," tulis Dr. G.F. Pijper dalam The Minaret in Java (India Antiqua, Leiden, 1947). Kalau Pijper benar, menara itu sudah berdiri sebelum Masjid Al-Aqsha dibangun. Pijper cenderung sekali menyifatkan struktur Hindu Jawa pada menara ini, hal yang sudah dibicarakan J.F.G. Brumund pada 1868, dan N.J. Krom pada 1923.

Sunan Kudus memang terkenal bijak mendekati para penduduk Kudus yang menganut kepercayaan Hindu. Sampai sekarang, misalnya, di kota Kudus tidak diperdagangkan daging sapi. Menurut penduduk, larangan menyembelih dan memperdagangkan daging sapi ini merupakan wasiat Sunan Kudus, untuk "menjaga hati" para penganut Hindu, bahkan setelah mereka memeluk agama Islam. Justru dengan cara itu, Ja'far Shodiq berhasil mengislamkan Kudus.

Menara Kudus sendiri tak jelas kapan dibuat. Berdasarkan candra sengkala yang terdapat di bagian atap menara, "gapura rusak ewahing jagad", Prof. Dr. Soetjipto Wirjosuparto merujuk ke tahun Jawa 1609, atau 1685 Masehi. Tapi, tafsir ini sangat meragukan. Kalau tafsir ini benar, menara itu jadinya dibangun 136 tahun setelah Masjid Kudus berdiri, sesuatu yang sulit sekali diterima oleh akal sehat.

Di samping menara, bagian unik Masjid Kudus adalah sepasang gerbang purba yang justru terdapat di ruang dalam masjid. Konon, itulah sisa gerbang Masjid Kudus yang asli, disebut "Lawang Kembar". Berbeda dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga, yang dimakamkan jauh dari kompleks masjid, Sunan Kudus, pencipta gending Maskumambang dan Mijil itu, dimakamkan masih dalam lingkungan kompleks, dan terbuka untuk para peziarah pada hari dan jam tertentu.

| | | Back | | |


Copyright by Agus Lilik Setiawan, September 2000
Contact webmaster : web_lesson@yahoo.com

 
Ruang Pertama
Apa kata mereka
Seputar Kota
Tajuk Berita
Ruang Kedua
Sejarah
Menara Kudus
Ciri Khas
Ruang Ketiga
Bisnis Dan Usaha
Layanan
Pariwisata
Ruang Keempat
Dunia Pendidikan
Ruang Lima
Daftar Alamat
Buku Tamu
Komentar Anda